INFO
Goresan Aksara Terakhir Sang Maestro: Selamat Jalan, Bintang Sastra dan Teater Bawean (1953 - 2026)  •  ​Menemukan Cinta di Tambak Timur: Catatan Seorang "Migran Rural-Rural" tentang Perubahan dan Kekompakan  •  Aldebaran Meluncur: Semoga Sekadar Menyalurkan Hobi, Bukan Apa Yo?  •  Tambak Timur, Sebuah Kisah Cinta, Ketulusan dan Berbagi  •  Liburan di Pantai Mayangkara

Surat Cinta ataukah Puisi?

Diposting pada 23/10/2023 oleh admin dalam kategori Jurnal Keluarga

Dari balik kaca kapal yang mengganggu pemandanganku.

Aku lihat kesedihan yang mendalam tampak dari raut wajahmu yang kelelahan saat mengantarkanku ke dermaga tempat kapal ditambat.

Sampai dikau tak kuasa lagi menunggu kapalku berangkat karena saat itu terik cahaya matahari sangat menyengat.

Teriring doa semoga dikau selalu tabah menunggu kapal yang membawaku ini kembali sandar di dermaga yang sama di lain waktu.

Deru mesin kapal mulai terdengar diikuti tiga tiupan panjang dari suling kapal tanda bahwa sebentar lagi kapal akan berlayar mengarungi lautan yang tak berombak, begitulah harapan kita semua.

Semoga doa tak terputus darimu berharap keselamatan dalam perjalanan yang memutus asa ini karena bosan tanpamu. Sampai jumpa lagi dengan kenangan yang indah.

Apakah ini Surat cinta atau Puisi?

Bawean, 23 Oktober 2023

Jurnalisme Warga (Penafian)

Semua isi konten dalam situs ini adalah murni opini pribadi. Hasil dan pengalaman tiap pembaca bisa berbeda. Dengan mengakses situs ini, Anda setuju untuk membebaskan penulis dari segala kerugian, tuntutan, maupun tanggung jawab hukum atas penggunaan informasi di dalamnya.