Dari balik kaca kapal yang mengganggu pemandanganku.
Aku lihat kesedihan yang mendalam tampak dari raut wajahmu yang kelelahan saat mengantarkanku ke dermaga tempat kapal ditambat.
Sampai dikau tak kuasa lagi menunggu kapalku berangkat karena saat itu terik cahaya matahari sangat menyengat.
Teriring doa semoga dikau selalu tabah menunggu kapal yang membawaku ini kembali sandar di dermaga yang sama di lain waktu.
Deru mesin kapal mulai terdengar diikuti tiga tiupan panjang dari suling kapal tanda bahwa sebentar lagi kapal akan berlayar mengarungi lautan yang tak berombak, begitulah harapan kita semua.
Semoga doa tak terputus darimu berharap keselamatan dalam perjalanan yang memutus asa ini karena bosan tanpamu. Sampai jumpa lagi dengan kenangan yang indah.
Apakah ini Surat cinta atau Puisi?
Bawean, 23 Oktober 2023
Jurnalisme Warga (Penafian)
Semua isi konten dalam situs ini adalah murni opini pribadi. Hasil dan pengalaman tiap pembaca bisa berbeda. Dengan mengakses situs ini, Anda setuju untuk membebaskan penulis dari segala kerugian, tuntutan, maupun tanggung jawab hukum atas penggunaan informasi di dalamnya.
