INFO
Goresan Aksara Terakhir Sang Maestro: Selamat Jalan, Bintang Sastra dan Teater Bawean (1953 - 2026)  •  ​Menemukan Cinta di Tambak Timur: Catatan Seorang "Migran Rural-Rural" tentang Perubahan dan Kekompakan  •  Aldebaran Meluncur: Semoga Sekadar Menyalurkan Hobi, Bukan Apa Yo?  •  Tambak Timur, Sebuah Kisah Cinta, Ketulusan dan Berbagi  •  Liburan di Pantai Mayangkara

​Menemukan Cinta di Tambak Timur: Catatan Seorang “Migran Rural-Rural” tentang Perubahan dan Kekompakan

Diposting pada 05/02/2026 oleh admin dalam kategori Jurnal Keluarga

Menjadi seorang pendatang di lingkungan baru sering kali menghadirkan rasa cemas. Namun, keputusan saya untuk berpindah Kartu Keluarga (KK) dan menetap di Desa Tambak setelah berkeluarga dengan warga setempat, ternyata menjadi salah satu perjalanan hidup yang paling menyentuh.

Khususnya di Tambak Timur, saya menemukan sebuah harmoni kehidupan yang mungkin sulit ditemukan di tempat lain. Sebagai orang yang banyak menghabiskan waktu di laut, pandangan saya mungkin berbeda, namun apa yang saya saksikan di sini sungguh luar biasa.

Transformasi Spiritual: Bukan Sekadar Shaf yang Penuh

​Jika kita menilik ke belakang, Tambak secara keseluruhan telah berubah drastis. Saya tidak perlu melakukan flashback panjang—biarlah masa lalu menjadi rahasia umum yang tersimpan rapi—namun perubahan perilaku dan religiusitas warga saat ini patut diacungi jempol.

​Satu hal yang membuat saya sebagai pendatang sering merinding adalah pemandangan di Masjid Megah Raudlatul Muttaqin. Di sana, shaf-shaf tidak hanya diisi oleh para sesepuh, tetapi juga didominasi oleh kawula muda. Memang, ketakwaan tidak hanya diukur dari jumlah jamaah, namun kekompakan mereka dalam beribadah adalah pemandangan yang menyejukkan hati.

​Di tengah maraknya gempuran opini tentang “bid’ah”, warga Tambak Timur tetap teguh pada pendiriannya untuk mensyiarkan agama melalui tradisi. Mulai dari peringatan Isra’ Mi’raj, Maulid Nabi, selamatan pangkalan, hingga rutinitas jamaah Yasinan pria dan wanita yang bergilir dari rumah ke rumah. Semangat syiar ini tidak pernah surut, justru semakin kuat.

​Nadi Olahraga: Dari Porset hingga Kebangkitan Vorbat

​Bicara soal Tambak, tak lengkap tanpa menyebut sepak bola. Siapa yang tidak kenal dengan Porset Tambak? Kumpulan talenta terbaik yang pernah mengharumkan nama desa. Meski saat ini sepak bola kita sedang dalam masa “hibernasi”, saya yakin ini hanyalah jeda sebelum kembali unjuk kaki.

​Namun, semangat olahraga tetap membara melalui bola voli. Di Tambak Timur, ada klub Vorbat yang punya reputasi mentereng. Bayangkan, klub desa ini pernah mendatangkan pemain sekelas Dimas Saputra! Di bawah kepemimpinan Mas Taufik, saya melihat peningkatan signifikan pada talenta-talenta muda, baik pria maupun wanita, yang rajin berlatih. Ini adalah aset yang harus terus kita dukung bersama.

​SCTT: Bukti Nyata Kedermawanan Para Pelaut

​Bagian yang paling menyentuh hati saya adalah solidaritas para pelautnya. Sebagai sesama orang laut, saya tahu betul betapa sulitnya menyatukan kepala para pelaut. Namun, di Tambak Timur, hal itu terpatahkan dengan hadirnya Seaman Community Tambak Timur (SCTT).

​Di tangan sosok-sosok seperti Bang Amir Mahmud S. (Makmok), Mas Budi, Iqbal, dan rekan-rekan lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, SCTT menjadi pondasi kemanusiaan yang kuat. Mereka bukan sekadar komunitas profesi, tapi menjadi garda terdepan dalam membantu warga kurang mampu dan walaupun dengan nominal yang tidak seberapa juga memberikan uang takziah bagi mereka yang berduka. Kedermawanan ini tulus, dan kekompakan ini nyata.

​Penutup

​Saya menuliskan ini dengan perasaan lega. Sebagai pendatang, saya merasa bangga menjadi bagian dari keluarga besar Tambak Timur. Desa ini telah membuktikan bahwa perubahan ke arah yang lebih baik bukanlah hal yang mustahil jika didasari oleh kekompakan dan kepedulian.

​Untuk rekan-rekan di SCTT, para Remaja Masjid, dan seluruh warga: Kalian hebat! Teruslah menjaga api kebersamaan ini agar Tambak Timur tetap menjadi tempat yang luar biasa untuk pulang.

Harmonis warganya,

Empati pelautnya,

Berakhlak pemudanya,

Agamis tradisinya,

Tangguh semangatnya.

Jurnalisme Warga (Penafian)

Semua isi konten dalam situs ini adalah murni opini pribadi. Hasil dan pengalaman tiap pembaca bisa berbeda. Dengan mengakses situs ini, Anda setuju untuk membebaskan penulis dari segala kerugian, tuntutan, maupun tanggung jawab hukum atas penggunaan informasi di dalamnya.

Tag: , ,